Text
Miss Jinjing Belanja Sampai Mati
Tiga tahun lalu, ayah memandang sebelah mata seri buku Miss Jinjing Belanja Sampai Mati yang telah saya rilis. Tapi, itu dulu. Belakangan, saat akan menulis buku keenam, ayah menjadi orang yang paling bersemangat mengusulkan penulisan buku Miss Jinjing Belanja Sampal Mati di Tokyo. Tokyo adalah rumah keduanya. Baginya, terlalu banyak nostalgia untuk dikenang di Tokyo.
Pucuk dicinta ulam tiba. Sebulan kemudian, datang undangan dari Mikami San, pemilik Anteprima Indonesia-brand yang mengusung Miss Jinjing sebagai icon-nya. Tak disangka-sangka, Mikami San bersedia memfasilitasi shopping trip Miss Jinjing bersama ketiga guardian angel-nya, Tony, Princess Bamby, dan Princess Angie.
Kunjungan Miss Jinjing ke Tokyo, mengubah persepsi Miss Jinjing tentang ibukota Jepang ini. Tokyo tidak semahal yang dicitrakan. Manusianya tidak se dingin dan sekaku yang dibayangkan. Dengan tata-kramanya sendiri, Tokyoites ternyata bisa menjadi sahabat yang menyenangkan. Banyak cerita menarik dan menyentuh hati selama perjalanan Miss Jinjing kali ini. Disamping-tentu saja-cerita shopping yang seru pastinya.
Tokyo benar-benar memberikan pengalaman yang menyenangkan buat Miss Jinjing. Mulai dari menikmati keramahtamahan Tokyoites. Lantas, menyusuri pasar-pasar tradisional di Ueno, Asakusa, dan Tsukiji. Bersamaan dengan itu, kita bisa menikmati lavish high tea di Roppongi Hills. Kemudian berkunjung ke rumah Hello Kitty, sahabat Miss Jinjing. Tak ketinggalan cuci mata dan cuci dompet di Omotesando. Yang paling berkesan adalah acara kongkow-kongkow ala Tokyoites bersama Mikami San and the gank di Shibuya. Di sini Miss Jinjing mendapatkan banyak sahabat dan cerita-cerita seru persahabatan dengan Mikami dan ketiga guardian angels.
Sebulan setelah Miss Jinjing memenuhi undangan Mikami San, Jepang dilanda bencana alam gempa bumi dan tsunami yang luar biasa dahsyat. Miss Jinjing turut prihatin. Setiap hari Miss Jinjing menyertakan Mikami dan semua sahabat di Tokyo dalam doa. Harapannya agar mereka bisa kuat dan tegar dalam menghadapi ujian dari Tuhan. Miss Jinjing percaya, Jepang adalah bangsa yang tangguh dan ulet sehingga bisa melewati masa-masa sulit ini. Semoga buku ini bisa mempererat persahabatan Indonesia dan Jepang.
My Love and My Pray for Japan 2011
Tidak tersedia versi lain