Text
Kisah Thalhah bin Ubaidillah
Latar Belakang: Thalhah lahir di Makkah dari keluarga Quraisy yang terpandang dan terhormat. Sejak muda, ia tumbuh menjadi seorang saudagar atau pedagang yang cerdas, jujur, dan sukses.Hidayah di Bashra: Saat sedang berdagang di Bashra (Syam), seorang pendeta Nasrani memberi tahunya tentang kemunculan nabi terakhir di Makkah. Sekembalinya ke Makkah, ia langsung menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq dan menyatakan diri memeluk Islam di bawah bimbingan Rasulullah SAW
Kepahlawanan dan Julukan "Syahid yang Hidup"Bagian paling heroik dalam buku ini biasanya berfokus pada Perang Uhud, di mana Thalhah menjadi perisai hidup bagi Rasulullah SAW:Melindungi Nabi: Ketika pasukan Muslim terdesak dan kocar-kacir, Thalhah bersama segelintir sahabat tetap berdiri kokoh melindungi Rasulullah dari hujan panah dan pedang musuh.Luka-Luka yang Hebat: Ia menangkis panah yang mengarah ke Nabi dengan tangan kosong hingga jari-jarinya putus dan lumpuh. Tubuhnya menderita sekitar 79 luka akibat tusukan pedang, tombak, dan panah hingga sempat pingsan.Gelar Kehormatan: Karena pengorbanannya yang luar biasa melampaui batas hidup dan mati tersebut, Rasulullah SAW menjulukinya sebagai As-Syahid Al-Hayyu (Syahid yang Hidup
Tidak tersedia versi lain