Text
Cinta Gangga
Pada suatu senja di sungai gangga pengakuan cinta telah diungkapkan sebagai akhir dari pencarian cinta sejati. Untuk einta yang berharga, suci, sakral, dan khidmat. Cinta yang merupakan simbol dalam kehidupan. Cinta juga tentang takdir, hanya dua pilihan yang datang sebagai takdir. Menemukan atau ditemukan.
"aku tidak percaya pada takdirku, Ibu," kata Gangga dengan nada lemah dan terdengar menyedihkan.
Setelah apa yang terjadi dalam hidupnya, pada pernikahan- nya, pada orang-orang yang mencintainya, dia merasa semua adalah salahnya.
Rebahagiaan seorang perempuan adalah ketika menikah, menjadi seorang istri dan menjadi seorang ibu. Gangga sudah mendapatkannya. Namun dia tidak bahagia seutuhnga. Karena Sabeer, suaminya, tidak ada di sisinya. Dia tidak memiliki orang yang dia cintai untuk berada di sampingnga.
Sabeer, laki-laki yang bersikap manis itu, Gangga tidak akan pernah melihatnya lagi.
Tidak tersedia versi lain